10 Jenis Sakit Kepala yang Sering Menyerang dan Cara Mengatasinya
Tuesday, March 17, 2020
Edit
![]() |
| Jenis sakit kepala. Sumber: Pixabay |
1. Migrain
Terasa nyeri dan berdenyut di salah satu sisi kepala kanan atau kiri, merupakan ciri migrain. Migrain membuat penderitanya sulit melakukan aktivitas sehari - hari. Semakin dipaksa beraktivitas, maka sakitnya akan semakin nyeri dan berdenyut, disertai rasa mual dan ingin muntah. Penderita migrain akan lebih sensitif terhadap cahaya dan suara bising. Penyebab yang sering dikaitkan sebagai pemicu migrain adalah pola makan yang tidak baik, kurang tidur, fluktuasi hormon serta dehidrasi.
2. Sakit Kepala Klaster
Jenis klaster sering dialami oleh pria dibandingkan dengan wanita. Seringnya penyakit ini menyerang bagian belakang mata akibat dari terlalu lama menatap layar komputer atau hp. Serangannya yang tiba - tiba dan terasa berdenyut seperti ditusuk tusuk merupakan ciri khas penyakit ini, bahkan dapat membangunkan penderitanya yang sedang tidur. Tidak hanya itu, mata merah, bengkak dan berair juga akan terjadi pada penderitanya apabila tidak segera ditangani dengan istirahat yang cukup. Penyebab lain yang dapat memicu penyakit ini adalah faktor usia dan kebiasaan merokok.
3. Sakit Kepala Belakang
Jenis sakit kepala belakang ini menyerang karena terlalu sering melakukan aktivitas fisik yang berat, seperti misalnya olahraga yang berlebihan atau mungkin berhubungan badan. Ketika melakukan aktivitas berat, terjadi peningkatan aliran darah ke otak, yang menyebabkan otot menegang, kemudian, mungkin saja penderitanya tidak sengaja melakukan postur tubuh yang salah. Terjadilah nyeri di bagian belakang. Namun seringnya durasi terjadinya hanya beberapa menit sampai sekitar satu jam. Berhentilah melakukan aktivitas berat apapun ketika merasakan nyeri di bagian ini, agar cepat pulih lagi.
4. Sakit Kepala Sinus
Nyeri akibat penyakit sinus akan terjadi di daerah sinus dan muka. Sinus sendiri adalah ruang yang berisi udara di daerah dahi, tulang pipi, dan jembatan antara hidung. Ketika terinfeksi karena alergi, ruang2 ini akan membengkak dan memproduksi banyak lendir, namun saluran yang menyalurkan lendir-lendir akan tersumbat. Ini lah yang menyebabkan terasa seperti sakit kepala.
5. Sakit Kepala Tegang
Selain migrain, penyakit ini yang paling sering dialami oleh sebagian besar orang. Biasanya penderita akan mengalami nyeri di seluruh kepala, bagian belakang mata bahkan hingga ke bagian leher serta rasanya seperti kepala diikat oleh sebuah tali dengan kencang. Walaupun demikian, penderita masih mampu menjalankan aktivitas seperti biasa. Aktivitas yang sering menjadi pemicunya adalah mengalami stress yang berlebihan serta kurang tidur. Umumnya, penyakit ini bertahan pada penderitanya kurang lebih selama 30 menit sampai satu minggu.
6. Sakit Kepala Akibat Cedera Bagian Kepala
Tidak jarang orang yang pernah mengalami kecelekaan dan cedera di bagian kepala, akan sering mengalaminya. Ini disebabkan oleh ketengangan otot yang terjadi selama cedera atau bisa juga disebabkan karena penyempitan pembuluh darah sehingga aliran darah tidak sampai ke otak. Nyeri yang dirasakan hampir sama dengan migrain, hanya saja ini akan bertahan 6 - 12 bulan setelah mengalami cedera. Penyakit ini menyebabkan penderita mengalami insomnia, sulit konsentrasi, mudah lupa dan gugup, serta dapat meninmbulkan depresi.
7. Sakit Kepala Hormon
Dari sini dapat kita lihat, tentu penyakit ini akan lebih sering dialami oleh wanita karena fluktuasi hormon identik dengan wanita. Sekitar 60% wanita yang sering mengalami migrain kemungkinan besar juga akan mengalami nyeri kepala akibat hormon. Khususnya ketika mengalami menstruasi. Tidak hanya itu, wanita yang mengkonsumsi pil KB dan wanita yang sedang hamil juga sering mengalami hal ini. Karena ketiganya merupakan pemicu naiknya hormon estrogen yang menyebabkan sakit kepala.
8. Sakit Kepala Hipnik
Ini merupakan penyakit langka yang menyerang orang dewasa di usia 50an. Nyeri dan berdenyut di kedua sisi kepala dan akan bertahan paling tidak selama 3 jam menjadi ciri khas penyakit ini. Penyakit ini juga sering disebut dengan alarm, karena akan membangunkan penderitanya dari tidur, seperti jenis klaster. Apabila sebagian penderita sakit kepala lain disarankan untuk menjauhi kopi, berbeda dengan hipnik, penderita disarankan untuk mengkonsumsi segelas kopi ketika akan pergi tidur untuk mengurangi intensitas penyakit ini menyerang. Walaupun demikian, penderita lebih baik berkonsultasi ke dokter agar lebih tahu ini merupakan gejala penyakit apa.
9. Sakit Kepala Kafein
Batasi asupan kafeinmu! Kata ini mungkin sudah sering didengar, terlebih lagi bagi seseorang yang sering merasakan sakit kepala, kapanpun dimanapun. Kebanyakan orang menyebut kafein sebagai sumber energi, namun apabila mengkonsumi kafein terlalu banyak akan menghambat aliran darah ke otak dan menyebabkan sakit kepala. Perlu diingat bahwa kafein tidak hanya dari kopi, namun juga dari teh. Bahkan teh memiliki lebih banyak kafein dibandingkan dengan secangkir kopi. Maka dari itu apabila tidak ingin terus - terusan terserang penyakit ini, batasi atau hindari makanan yang mengandung kafein.
10. Hipertensi
Tekanan darah tinggi diderita oleh sebagian besar orang. Penyakit ini dapat menimbulkan nyeri di kedua sisi kepala. Apabila sakit nya disertai gejala seperti pandangan kabur, mimisan, mati rasa, kesemutan dan sesak nafas, ada baiknya segera hubungi dokter untuk konsultasi keadaan tubuh. Biasanya setelah tekanan darah menjadi normal, sakit kepala ini akan hilang dengan sendirinya.
Baca Juga:
Cara Mengurangi Nyeri Akibat Sakit Kepala.
![]() |
| Stress management dapat mengurangi resiko terserang sakit kepala. Sumber: Pixabay |
Sobat sehat, tidak perlu panik apabila sakit kepala menyerang. Pertolongan pertama apabila terserang sakit kepala dapat dilakukan dengan mudah, inilah berbagai cara meredakan nyeri akibat sakit kepala.
- Kompres kepala dengan air hangat atau dingin.
- Kurangi konsumsi minuman berakohol dan kafein.
- Perbanyak konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin.
- Jangan stress berlebih.
- Olahraga yang cukup
- Hindari berada di tempat yang banyak cahaya dan suara keras.
- Istirahat yang cukup dengan tidur yang berkualitas.
- Konsumsi obat sakit kepala sesuai dengan dosis yang tertera pada kemasan obat.
Nah sobat sehat, sakit kepala mana nih yang sering sobat sehat semua alami? Sudah kenal kan jenis mana yang sering mampir? Sakit kepala memang kerap dialami bagi sebagian besar orang, namun perlu diketahui, jika ini yang terjadi berlangsung selama lebih dari 2 hari, kemudian intensitasnya semakin meningkat, serta terjadi selama berkali kali dalam satu bulan, penderita harus segera melakukan konsultasi dengan dokter, jangan sepelekan penyakit ini. Dokter akan mengetahui apa yang sedang dialami, apakah ini penyakit biasa atau merupakan jenis sakit kepala yang berbahaya. Apapun itu, hal pertama untuk mencegah penyakit adalah pola hidup sehat dalam kesehariannya. Jadi, mulai sekarang ganti pola hidup yang berantakan dengan pola hidup sehat ya. Stay healthy, sobat sehat!

