Herd Immunity Hentikan Persebaran Covid-19 (CV19)? Ini Penjelasannya

apakah herd immunity dapat menghentikan penyebaran covid 19
Covid-19 menular ke berbagai individu dengan sangat cepat. Sumber: Shutterstock
Ketika sudah cukup banyak orang yang terinfeksi CV19, maka penyebaran virus ini akan berhenti dengan sendirinya. Namun, konsekuensinya akan sangat besar. Pernyataan ini dikutip dari artikel di website technologyreview, oleh Antonio Regalado. Sobat Sehat, sudah cukup jelas maksud dari pernyataan tersebut. Namun apakah seluruh dunia harus terinfeksi terlebih dulu sebelum CV19 menghilang? Virus membutuhkan inang untuk hidup. Mereka mencari inang yang cocok agar mereka dapat berkembang biak. Namun, ketika sudah banyak inang yang terinveksi, maka inang akan membentuk sebuah antibodi untuk melawan virus ini atau virus lain yang serupa. Nah Sobat Sehat, inilah sedikit gambaran mengenai herd immunity. Belakangan ini banyak yang membicarakan mengenai herd immunity yang katanya menjadi salah satu cara mengalahkan si virus Covid. Apakah benar herd immunity kan hentikan kekacauan yang terjadi secara global ini? Sebelumnya Sobat Sehat perlu tahu lebih jelas apa itu herd immunity.

Apa itu Herd Immunity?
Dilansir dari Wikipedia Inggris, herd immunity merupakan bentuk perlindungan tidak langsung terhadap penyakit menular, dimana sebagian besar populasi menjadi kebal terhadap penyakit, baik melalui vaksin atau penyakit itu sendiri (dalam artian sudah terinfeksi), sehingga menjadi sebuah tolok ukur perlindungan tubuh bagi individu yang tidak kebal. Cukup jelas kan Sobat Sehat? Ya, ini seperti, biarkan semua orang terinfeksi, maka semua individu akan kebal terhadap virus ini. Karena virus menular akan berhenti menyebar ketika sudah tidak ada lagi inang yang cocok untuk berkembang biak.
Istilah herd immunity pertama kali muncul di tahun 1923, dierkenalkan oleh A.W. Hedrich, ketika terjadi penyakit campak yang pada saat itu memiliki kemampuan berkembang biak sangat cepat. A.W. Hedrich melakukan sebuah penelitian, dimana dia melihat banyak anak yang terinfeksi campak, lalu kemudian menjadi kebal akan campak, dan dengan seiring bertambahnya waktu jumlah infeksi baru semakin sedikit. Namun, meski begitu, vaksin campak pada saat itu belum ditemukan hingga sekitar tahun 1960-an. Di tahun tersebut setelah diadakan vaksinasi massal, campak dianggap sebagai penyakit punah.
Baca Juga:
Apakah Herd Immunity Merupakan Solusi?
Anti lockdown telah diterapkan di Inggris dan Belanda, membiarkan CV19 menginfeksi sebagian besar individu dan membuat individu tersebut menciptakan antibodi alami agar kebal terhadap virus ini. Sementara disini, pemerintah telah menyatakan anti lockdown. Artinya, untuk saat ini, negara tidak akan mengeluarkan kebijakan mengunci diri dari dunia luar. Mengapa demikian? Jika bicara sedikit ke arah ekonomi, Indonesia sangat belum siap untuk memutus rantai dari dunia luar. Karena jika diambil kebijakan demikian, maka grafik pertumbuhan ekonomi akan merosot tajam ke bawah, dan dampak selanjutnya, perekonomian Indonesia akan berjalan secara terseok - seok, itu pun jika masih mampu berjalan. Mengenai ekonomi, tidak akan dibicarakan disini Sobat Sehat, karena sudah ada banyak pakar yang membicarakan mengenai topik ini. Lebih lanjut, maka negara hanya mengeluarkan kebijakan social distancing, yaitu dengan tidak berkumpul di satu tempat untuk menghindari makin tersebarnya CV19.

Nah Sobat Sehat, ketika strategi herd immunity ini diambil, maka individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, akan menjadi inang yang sempurna. Siapa saja mereka? Lansia, bayi baru lahir yang belum divaksin dan  orang - orang yang memiliki riwayat sakit berat. Apabila CV19 menyerang individu dengan imun yang kuat, maka individu akan mencegah penularan ke orang lain. Artinya, seseorang dengan imun yang kuat, maka dia akan memerangi virus dalam masa inkubasi, tidak ada gejala, akhirnya virus mati, dan dia tidak akan menularkannya ke orang lain. Jika ada banyak individu dengan imun kuat seperti ini, herd immunity akan sangat efektif, dan jumlah infeksi menjadi sedikit, bahkan bisa punah. Namun, apabila, tidak tersedia jumlah individu dengan kekebalan tubuh yang kuat, maka, herd immunity hanya akan menjadi senjata pembunuh massal. Serta akan terjadi lonjakan tajam korban CV19 yang membuat fasilitas kesehatan penuh, sehingga menyebabkan banyak korban yang tidak mendapatkan perawatan dengan baik.
Maka dari itu Sobat Sehat, patuhilah kebijakan pemerintah mengenai social distancing. Ini akan sangat membantu pemerintah dalam menangani wabah CV19. Dengan tidak berkumpul dan meminimalisir persebaran CV19. Apabila menunjukkan gejala, segera ambil langkah isolasi dan segera memeriksakan diri ke dokter. Status ODP (orang dalam pengawasan) maupun PDP (pasien dalam pengawasan) keduanya sama sama dalam pemantauan, jadi apabila ada salah satu Sobat Sehat dalam status tersebut, usahakan jangan bepergian, tetap tinggal di rumah. Hindari keramaian untuk menyelamatkan negeri dari bencana wabah ini. Artikel ini dibuat bukan untuk membuat panik Sobat Sehat, hanya untuk memperingatkan agar mematuhi segala arahan dan himbauan pemerintah, agar tidak semakin menyebar, karena virus ini bukan main - main. Waspada harus, panik jangan. Stay healthy Sobat Sehat, stay safe!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel